Hakimtea @ Wordpress.com

Alasan Pencopotan Jamdatun dan Calon Penggantinya

Posted on: Juni 26, 2008

Jaksa AgungSeperti yang ramai diberitakan, Jaksa Agung Hendarman Supandji melakukan pencopotan atas jaksa Agung Muda yang terlibat percakapan telepon dengan tersangka penyuap Jaksa Urip Tri Gunawan-Arthalyta Suryani.

Akibat kasus ini, dua Jaksa Agung Muda diperiksa Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan MS Raharjo. Keduanya adalah Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Untung Udji Santoso dan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Wisnu Subroto. Juga diperiksa mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kemas Yahya Rahman yang pembicaraannya via telpon dengan Arthalyta dijadikan ringtone dan banyak dicari serta didownload oleh pengguna HP/mobile dan internet.

Saat wawancara khusus salah satu stasiun televisi sore ini Jamdatun Untung Udji Santoso terlihat pasrah atas keputusan atasannya hanya saja dia menyayangkan dan bersumpah bahwa dirinya tidak terlibat kasus ini bahkan dirinya bersumpah bahwa dia bersih dan berulang kali menyatakan bahwa saksinya adalah yang di atas sana, “Allah itu tidak tidur, biarlah Dia yang menjadi saksi saya!”

Alasan pencopotan Jamdatun dan pergantiannya sendiri disebutkan Jamwas MS Raharjo bahwa pencopotan itu bukan atas azas praduga bersalah karena diduga membuat skenario untuk menyelamatkan Artalyta, orang dekat tersangka BLBI Sjamsul Nursalim, melainkan karena kredibilitas jaksa Agung yang telah terganggu dan sebagai pegawai negeri etika pergantian atau pencopotan itu memang sudah ada aturannya sebagai hukuman indisipliner jadi bukan masalah salah-atau-tidak-salah karena hal itu belumlah terbukti sampai hakim memutuskan berkas perkara sesungguhnya.

Jaksa Agung Hendarman Supandji akan mengusulkan penggantian Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Untung Udji Santoso kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jum’at (27/6) besok. Ia belum bisa menjatuhkan sanksi kepada Untung dan Kemas Yahya Rahman, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus yang kini jadi staf ahli Kejaksaan Agung.

Menurut Hendarman, keputusannya menjatuhkan hukuman disiplin harus kredibel. “Apakah ini hukuman berat atau ringan,” kata Hendarman. Seandainya persidangan Urip dan Artlayta berkembang, saya akan mengambil keputusan yang tegas atas hasil persidangan itu. Ia sudah meminta Baperjakat untuk bersidang. “Siapa yang akan mengganti, sudah ada tiga calon, tidak usah saya sebutkan,” kata Hendarman.

Besok, kata Hendarman, kandidat pengganti Jamdatun akan dipanggil, yakni satu calon kuat. “Pertama saya akan minta komitmen yang bersangkutan. Jika tidak mau, saya minta mundur. Mau malu berbuat buruk, saya akan usulkan ke Presiden jadi Jamdatun,” kata Hendarman. Besok, ia juga akan memanggil semua Kepala Kejaksaan Tinggi se-Indonesia. “Mereka saya panggil untuk mendengarkan komitemn saya. Agar tak terjadi lagi kasus Jaksa Urip dan kasus penyadapan pembicaraan Artalyta dan Jaksa Agung Muda,” kata Hendarman.

Soal penggantian Jamdatun, kata Hendarman, akan dilakukan oleh Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai oleh Wakil Presiden. “Apakah nanti akan dicpot atau tidak, tergantung TPA,” kata Hendarman. Ia memastikan, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Wisnu Subroto tidak terlibat dan tidak bersalah dalam kasus pembicaraan telepon dengan Arthalyta Suryani.

Sebelum memberikan keterangan, Hendarman mempersilahkan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) MS Raharjo menjelaskan hasil pemeriksaan terhadap Jamdatun Untung Udji, Kemas Yahya Rahman dan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Wisnu Subroto. Menurut Raharjo, belum dipastikan derajad kesalahan para terperiksa.

Karena kesalahan itu sangat ditentukan oleh fakta-fakta hukum yang mengungkapkan keterkaitan terdakwa Artalyta dan Urip Tri Gunawan. Menurut Raharjo, fakta-fakta itu akan terungkap secara pasti setelah kasus ini diputus oleh Pengadilan Tipikor.

**dari berbagai sumber***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: