Hakimtea @ Wordpress.com

Ariel, Peter Pan, dan Aku

Posted on: Maret 10, 2008

GMR FM Bandung, sebuah stasiun radio rock pertama di Indonesia mulai awal tahun 1994 kerap memutar demo rekaman band-band rock amatir asal Bandung, Jakarta dan sekitarnya. Dari demo-demo lagu ini telah melahirkan band-band papan atas. Sebut saja Pass Band, Padi, Coklat, Tujuh Kurcaci, Puppen, Pure Saturday, Mocca, bahkan Band Jamrud yang asalnya bernama Jam-Rock terlahir dari demo GMR ini. Band-band underground yang mulai meninggalkan idealisme music dan melihat pangsa pasar mulai naik daun dan menunjukkan kualitasnya dengan mengawinkan antara idealisme mereka dan idealisme produser.

Tahun 1996, aku bersama group bandku Adlee Accoustic Band mencoba keberuntungan dengan mengikuti demo GMR ini dengan harapan masuk sepuluh besar dan tergabung dalam album kompilasi alternatif yang dijanjikan pihak Radio. Dengan antusias setelah demo lagu dikirim, kita pun nongkrong di depan radio dan ternyata rekaman demo kita terdengar… ada rasa bangga walau rekaman pada waktu itu tidak menggunakan mixing yang baik. Pihak studio rekaman saat lagu kami ditake menyatakan keoptimisannya bahwa lagu ini dapat diterima di pasar. Saat itu group Band Padi yang asal Surabaya, Tujuh Kurcaci, Mocca, Coklat, Pure Saturday, termasuk Peter Pan menjadi bagian band pesaing yang berusaha lolos kesepuluh besar.

Ternyata keberuntungan belum memihak, mixing yang buruk menjadi kambing hitam tidak lolosnya group band kami ke sepuluh besar. Group band yang masuk dalam sepuluh besar itu dan masuk dalam kompilasi album alternatif, saat ini telah menjadi band ternama yang lagu-lagunya banyak digandrungi pasaran.

Saat ini ketika melihat Padi, Peter Pan, Coklat aku termenung dan benakku melayang berada di atas stage dengan gitar di tangan layaknya Piyu atau Uki… namun ada rasa bersyukur menghinggapi. Jika saja dulu group bandku masuk sepuluh besar tergabung dalam album kompilasi alternatif lalu dilirik perusahaan rekaman dan terkenal, aku tidak mungkin ada disini… mungkin aku jauh dari agama… (sambil mengelus dada) kata urang sunda mah “ngupahan maneh” Hehe33x

Saat mendengar Andhika dan Indra hengkang dari Peter Pan, batinku mengelus, selalu saja ada masalah jika dunia sudah di tangan. Namun itu merupakan alur perjalanan sebuah group band, selalu saja ada yang terhengkang ataupun tetap berkuasa, seperti halnya Pay gitaris Slank, atau Ari Laso dari Dewa 19.

* * * * *

Malam itu, Ariel Peter Pan mampir ke Ma’had Pesantren tempat aku ngajar, saat aku tengah berada ditengah para santri. Kontan saja sebagian santriwati yang lumayan gaul dibuatnya histeris. “Waaah ternyata Pak Hakim kenalannya Ariel, gila pak! Salut pak! Kenalin dong pak!” begitu kehisterisan mereka. Malah sampai ada yang berkata, “Subhanallah banget pak Hakim…! Nggak nyangka…! Memang kapan kenal ma Ariel Pak…?”

Singkatnya Ariel perlu ngobrol empat mata denganku, aku ajak dia keruangan asatidz/guru. Sampai disana rekan-rekan sesama pengajar pun nampak bengong, heran, aneh… vokalis Peter Pan ngobrol akrab dengan si syeikh (panggilan akrabku di ma’had)…?!?

Setelah kurasa cukup basa-basi aku menanyakan maksud tujuan kedatangan silaturahmi yang dia bilang sebelumnya. Karena tidak sewajarnya Ariel menemuiku. Ternyata tanpa diduga, Ariel mengajakku untuk gabung dalam Peter Pan menggantikan posisi Andhika. Sontak permintaan Ariel membuatku kaget… kesempatan emas, benakku langsung melayang di atas stage, riuh rendah fans, sorak sorai penggemar, dikelilingi cewek-cewek cantik, duit yang banyak… seperti impianku sepuluh tahun yang lalu.

Aku ragu dengan tawaran Ariel, mungkin dia hanya becanda karena masih banyak Bassis lain yang lebih handal dariku, lagian aku sudah lama sekali tidak melatih jari-jariku. Aku mengelak dari permintaan Ariel, “Riel, lo tau sendirikan… gue bukan pemaen Bass, saat di Adlee Accoustic dulu, gue maen ryhtm guitar second melody, kalo mau ngajak… tuh si Bowo pemaen bass kita dulu!.” Jawabku. “Gue tau kim! Tapi gue pernah liat lo maen Bass saat di Kontiki Studio, terus di Danies Studio, juga di teluk buyung Studio… gue demen banget permainan bass lo, makanya sekarang gue ajak lo.” Begitu Ariel membujuk. “Sebulan ini jadwal manggung penuh, sedang pemaen bass belum ketemu yg cocok, gue udah pertimbangkan ma personil lain, mereka juga ngerekomendasiin elo kim!.” Tambahnya.

Saat benakku masih melayang dengan ajakan Ariel, dan dia tahu aku tengah memikirkan ajakannya yang sungguh berat untuk ditolak itu. Dia kembali membujuk, “Gini aja kim, untuk sebulan manggung plus road tour album baru, untuk bulan pertama ini, awalnya lo dapat 150 Juta, itu belum termasuk bonus men!.” Bujukan yg begitu menggiurkan dan meluluhkan azamku.

Batinku sudah menentukan keputusan. Keputusan yang sungguh sangat berat menyangkut impianku yang sudah dalam terkubur dan kupastikan telah menjadi fosil, walau dengan sengaja kutinggalkan, kukubur dan kulupakan.

Namun, baiklah riel… gue terima tawaran elo! Ariel sontak tersenyum bahagia… “Tunggu dulu! Jangan tersenyum dulu, mungkin lo akan kecewa!” tambahku. “Maksud lo…!?!?” tanya Ariel, heran. “Gue terima tawaran elo, namun gue ga bisa gabung dengan Peter Pan, gue merasa terhormat, merasa bangga mendapat tawaran langsung dari elo, namun… dunia gue sekarang beda Riel, gue bukan Reggie Ray lagi, lagian itu nama yang gue bikin dulu, sekarang gue dah kembali ke Hakim, gue Hakim dan hidup gue sekarang disini, di Ma’had, di Pesantren. Lo tau sendiri awal tahun 2000 gue total nggak nge-band lagi, karena hidup gue udah terwakafkan disini. Gue ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas tawaran elo namun gue juga minta maaf karena gue ga bisa ikut gabung di Peter Pan! Iman gue masih lemah, gue nggak akan bisa istiqamah jika kembali dalam dunia itu. Gue rasa lo bisa nemuin yg lebih baik dari gue!.”

Roman muka Ariel terlihat lusuh, kecewa, namun dia mengerti keputusanku, dia menghormati keteguhan hatiku. Setelah bersalaman dan mengucapkan salam, Ariel pun pergi dari hadapanku.

* * * * *

Abdullah Zakian rekan kerja yang dari tadi berada di ruang asatidz/guru dan mendengarkan obrolanku bersama Ariel segera menghampiri. “Wei…!?!?! Syeiiikh… Aaah bodo… kenapa ga diterima saja… jadikan sebagai ladang da’wah…!”

Abdullah terus mengoceh… sampai ocehannya lama-lama ko jadi lain dan aneh… “Wei… oooi… bangun oy… ini kantor bukan tempat istirahat, woooi… bagian ngajar kan sekarang… kim… Hakim… Hakim… tu anak-anak nunggu… ngajar sana…!…. waaah ini orang mimpinya dalem kali ya… mimpi apa kim…. Bangun!?!?! Siang bolong, mimpi… Bangun oooy…. Ngajar tuh…!.”

Astaghfirullahaladzim… rupanya mimpi… duuh ane tertidur di ruang asatidz… dari abis dzuhur tadi, sampe… waaah dam jam 14.00 nih… semalam begadang paginya langsung ngajar… cape!… bagian ngajar ekskul kompi sore ini. “Syukran Ab dah ngebagunin…!.”

Alhamdulillah, di mimpi saja ane bisa mengistiqamahkan diri… mudah-mudahan di alam nyata pun keistiqamahan ini sanggup terealisasi…! Amien…!

_________________

First publish on my friendster blog on Wednesday, December 06, 2006

3 Tanggapan to "Ariel, Peter Pan, dan Aku"

Kok tau sich saya belum mandi ???????
Emang kelitan ya????
Masa sih ?????
oia luppa, nice story….

hehe… keliatan aja rin… oya mana blognya? Masih yg diblogspot itukah? Udah pindah di wp aja, biar gampang ngasih koment dan kalo udah selfhosted lebih enak lagi banyak plugins dan themes cantik secantik kamu… (gombal on) yg bisa digunakan. [promosi mode on]

Lagu-lagunya Ariel memang bagus….🙂

I’m not sure why but this site is loading very slow for me. Is anyone else having this problem or is it a issue on my end? I’ll check
back later on and see if the problem still exists.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: